Apa Itu Sindrom Ovarium Polikistik?

Apa Itu Sindrom Ovarium Polikistik?

Apa Itu Sindrom Ovarium Polikistik?

Sindrom Ovarium Polikistik merupakan sindrom ovarium yang dikenal dalam istilah medis yaitu PCOS, atau polycystic ovary syndrome. Sindrom ini menyebabkan fungsi dari ovarium terganggu dan biasanya terjadi saat wanita berada pada usia subur.

Sindrom Ovarium Polikistik bisa dikenali dengan tanda-tanda awal seperti masa subur yang tidak beraturan, meningkatnya kadar hormon pria (androgen) dalam tubuh wanita, serta munculnya banyak kista (kantong berisi cairan) di ovarium.

Seperti yang dilansir dari laman alodokter menegaskan jika gejala dari Sindrom Ovarium Polikistik bisa dilihat dari beberapa tanda dibawah in.

  • Pertumbuhan rambut yang berlebihan, biasanya di punggung, bokong, wajah, atau dada.
  • Kulit berminyak atau berjerawat.
  • Depresi.
  • Kesulitan untuk hamil.
  • Rambut kepala rontok atau menipis.
  • Berat badan bertambah.
  • Menstruasi tidak teratur. Dalam setahun frekuensi menstruasi lebih sedikit, atau jumlah darah yang dikeluarkan saat menstruasi lebih banyak.

Gejala-gejala tersebut bisa terlihat pada wanita yang memasuki usia 16 sampai 24 tahun.

— Mengenali penyebabnya.

Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS) belum diketahui benar tentang penyebab pastinya. Namun, dugaan para ahli mengarah pada kadar hormon yang tidak normal. Selain itu, ada sejumlah faktor resiko yang mendorong wanita mengalami sindrom ovarium tersebut, diantaranya :

— Akibat ketidakseimbangan hormon.

Hal ini disebabkan antara lain karena naiknya kadar testosteron (hormon yang dominan pada tubuh pria), naiknya hormon lutein (kadar yang tinggi malah menganggu kerja ovarium), turunnya kadar globulin pengikat-hormon seksual (SHBG) sehingga aktivitas testosteron meningkat di dalam tubuh, dan naiknya hormon prolaktin (hormon yang memicu produksi air susu).

— Resistensi terhadap insulin.

Jaringan tubuh resisten terhadap insulin, sehingga tubuh terpacu untuk memproduksi lebih banyak insulin yang mengganggu pembuahan normal dan memicu penambahan berat badan.

— Faktor keturunan.

Jika salah seorang anggota keluarga mengidap PCOS, maka risiko Anda semakin besar untuk terkena PCOS.

Jika sindrom ovarium Polikistik tidak segera diobati, maka akan ada beberapa kemungkinan mereka bisa menderita penyakit berbahaya lainnya, seperti :

  • Diabetes tipe 2.
  • Hipertensi pada masa kehamilan.
  • Sindrom metabolik.
  • Perlemakan hati non-alkoholik.
  • Kolesterol darah naik.
  • Infertilitas.
  • Sleep apnea.
  • Kadar lemak darah tidak normal.
  • Gangguan menstruasi berupa perdarahan abnormal dari rahim.

Pemeriksaan fisik, tes darah dan tes ultrasound adalah cara mendiagnosis sindrom ovarium Polikistik yang biasa dokter lakukan. Pengobatannya pun melalui beberapa tahap, dan yang terpenting adalah penderita harus mengubah gaya hidupnya menjadi lebih sehat dibandingkan dengan sebelumnya.

Baca juga :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *