Menstruasi Tidak Lancar Setelah Operasi Kista

Pada umumnya, menstruasi disebut tidak lancar saat siklusnya terjadi kurang dari 21 hari, atau lebih dari 35 hari. Tidak hanya itu saja, menstruasi dikatakan tidak lancar atau tidak teratur apabila siklus terjadi kurang dari 21 hari atau lebih dari 35 hari. Selain itu menstruasi dikategorikan sebagai tidak lancar jika mengalami kondisi seperti lamanya menstruasi yang berubah-ubah setiap bulannya, volume darah yang tidak sama yang terkadang banyak atau sedikit.

Menstruasi Tidak Lancar Setelah Operasi Kista

Menstruasi tidak lancar biasanya terjadi di beberapa tahun pertama wanita mulai menstruasi. Menstruasi yang tidak lancar / tidak teratur tersebut, dapat disebabkan oleh kondisi hormon yang belum seimbang. Namun, jika menstruasi tidak lancar atau tidak teratur terjadi bukan di beberapa tahun pertama Anda mengalami menstruasi, maka masalah menstruasi tersebut bisa tergolong ke dalam beberapa tipe menstruasi tidak teratur, seperti Metrorrhagia, Oligomenorrhea, Menometrorrhagia, dan Amenorrhea.

Metrorrhagia yaitu menstruasi yang tidak teratur, namun menstruasi rutin terjadi.
Oligomenorrhea merupakan kondisi ketika siklus menstruasi terjadi lebih dari 35 hari, sehingga dalam kurun waktu setahun, menstruasi bisa terjadi hanya sekitar 6-8 kali.
Amenorrhea adalah kondisi ketika menstruasi Anda berhenti selama 3 bulan lebih.
Menometrorrhagia, yaitu pendarahan menstruasi yang berlangsung lebih lama dan volume darah lebih banyak tapi rutin terjadi.

Kista pada ovarium sering terjadi wanita usia reproduksi. Umumnya kista tidak berbahaya dan dapat hilang sendiri. Namun pada beberapa keadaan kista tersebut dapat mencapai ukuran tertentu, menyebabkan nyeri perut dan tidak dapat hilang sendiri sehingga perlu dilakukan tindak lanjut seperti operasi untuk menanganinya.

Secara umum, kista ovarium tidak akan mempengaruhi kesuburan apalahi jika sudah diambil dan ovarium masih tetap ada serta berfungsi baik. Masalah menstruasi yang ibu alami, jika benar tidak ada kelainan apa-apa maka kemungkinan besar disebabkan karena hormonal. Ibu dapat menemui dokter spesialis kandungan untuk berkonsultasi lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *