Penyebab Darah Haid Menjadi Lebih Sedikit Dari Biasanya

Pada perempuan yang mengalami menstruasi, biasanya mengalami siklus pendarahan yang cukup banyak pada hari kedua-ketiga pada masa menstruasi. Namun, terkadang perubahan pola dapat terjadi, seperti halnya darah haid yang keluar menjadi lebih sedikit dari biasanya. Apa yang menyebabkan kondisi ini? Dan apakah perlu mengkhawatirkan kondisi tersebut?

Penyebab Darah Haid Menjadi Lebih Sedikit Dari Biasanya

Seperti dilansir dari laman detikhealth, berikut ini adalah faktor Penyebab Darah Haid Menjadi Lebih Sedikit Dari Biasanya.

1. Hamil.

Ya, sebab yang pertama ternyata adalah hamil / kehamilan. Sebagian besar wanita hamil tidak akan menyadari jika dirinya tengah mengandung sebab dalam pendarahan terjadi dalam peropde masa haid yang terjadi tiap bulan. Akan tetapi, bisa saja kondisi tersebut bukan semata-mata adalah darah dari haid bulanan, tapi pendarahan yang dialami oleh ibu hamil.

Menurut pakar kesuburan wanita dari Colorado Center for Reproductive Medicine, New York, Janet Choi, MD, menjelaskan jika setelah hamil, wanita seringkali mengalami flek atau pendarahan yang biasanya dikira sebagai darah haid. Hal inilah yang menyebbakan mengapa ada sebagian wanita yang tidak mengetahui dirinya sedang hamil. Keluarnya darah yang serupa dengan haid ini bisa menjadi pertanda kehamilan ektopik.

2. Kenaikan atau penurunan berat badan yang ekstrim.

Penurunan metabolisme tubuh, adalah hal lain yang bisa terjadi saat Anda mengalami penurunan atau kenaikan berat badan yang ekstrim yaitu pendarahan haid yang menjadi lebih sedikit dibanding biasanya. Saat komponen tubuh mengalami perubahan dalam hal berat badan, maka dengan sendirinya tubuh akan mulai beradaptasi salah satunya dengan mengurangi darah haid.

3. Mengalami stres berat.

Poin ketiga mungkin lebih umum diketahui, yakni gangguan stres berat berkepanjangan. Stes dapat terjadi pada siapapun, termasuk pada wanita. Hal ini mau tidak mau berdampak pada terganggunya keseimbangan hormon-hormon dalam tubuh yang salah satunya berdampak pada kondisi haid. Saat stres biasanya jadwal haid akan berantakan, bisa lebih awal atau lebih lambat. Saat haid ini terjadi

4. Kontrasepsi.

Salah satu yang berefek pada perubahan jadwal dan volume darah haid adalah alat kontrasepsi misalnya pil KB. Perubahan ini terjadi karena pada penggunaan kontrasepsi, umumnya hormon di dalam tubuh mengalami perubahan. Menurut pakar, hal ini wajar saja terjadi. Namun jika Anda khawatir, sebaiknya konsultasikan ke dokter.

5. Bertambahnya usia.

Pertambahan usia berkaitan erat dengan menopause, dan umumnya menyebabkan jadwal haid pada wanita berubah. Kadang0kadan, dengan proses ini menyebabkan perubahan pada siklus haid, dan tidak selalu sebagai tanda ketidaksuburan.

Seiring dengan pertambahan usia, darah haid pada wanita juga biasanya akan semakin sedikit. Misalnya, saat jumlah darah haid yang keluar ketika seorang wanita berusia 20 tahun dan 40 tahun, kemungkinan akan berbeda. Di mana saat wanita semakin tua, umumnya darah haid yang keluar akan menjadi lebih sedikit.

Baca juga :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *