Waspadai 5 Jenis Kram Perut Berikut Ini

Sebagian besar wanita, tidak dapat dipungkiri saat mereka mengalami Premenstrual Syndrome atau PMS, akan menimbulkan kram perut yang sangat menyiksa. Pun demikian, kebanyakan dari kondisi ini tidak membahayakan dan terjadi dengan tidak konsisten atau jarang. Saat kram atau nyeri yang dirasakan tiba-tiba terasa berbeda, bisa jadi itu bukan berasal dari PMS yang biasa dialami. Maka dari itu, saat perut kram terasa berbeda dari biasanya, Anda wajib untuk melakukan pemeriksaan.

Waspadai 5 Jenis Kram Perut Berikut Ini

Namun sebelumnya, Anda juga harus mengetahui jenis-jenis kram perut berikut ini, agar tidak khawatir berlebihan.

1. Kram yang terjadi menyakitkan dan aliran darah deras.

Dengan tanda kram yang terjadi menyakitkan dan aliran darah deras diketahui jika kemungkinan Anda memiliki fibroid rahim. Kondisi tersebut merupakan pertumbuhan sel dari dalam atau luar otot dinding rahim. Penyebabnya masih belum diketahui, namun fibroid sangat umum terjadi terutama pada wanita berusia 30-40 tahunan. Rasa sakit yang dialami dipicu oleh peradangan atau fibroid itu sendiri yang menekan rahim Anda.

2. Rasa sakit yang konstan.

Kram yang mungkin Anda rasakan adalah tanda dari penyakit radang panggul, infeksi rahim yang serius, ovarium dan saluran tuba. Penyakit menular seksual yang tidak mendapat penanganan seperti gonore atau klamidia, keduanya seringkali tidak memiliki gejala dan biasanya menyebabkan radang panggul. Rasa sakit akibat penyakit ini biasanya tidak terlalu tajam atau menusuk, namun sangat membuat tidak nyaman bagi Anda. Dan saat haid, rasa sakit dari nyeri panggul akan memburuk. Infeksi tersebut dapat disembuhkan. Tetapi, jika terlalu lama dibiarkan, jaringan parut dapat terbentuk di saluran reproduksi Anda dan mengacaukan kesuburan Anda.

3. Nyeri yang tajam di satu sisi.

Jika mengalami kram dengan nyeri tajam di satu sisi perut, mungkin Anda mengalami torsi ovarium. Sebuah torsi ovarium terjadi ketika sesuatu seperti kista menyebabkan ovarium Anda untuk memutar, dan mencekik aliran darah sendiri. Ini dapat menyebabkan rasa sakit yang intens dan butuh perawatan darurat. Dokter biasanya akan melakukan USG dan mendiagnosa torsi kemudian apakah Anda harus mendapatkan operasi kecil atau laparoskopi. Jika ovarium terlihat sudah hitam, maka ovarium perlu dihilangkan.

4. Kram yang menyakitkan dan tidak hilang dengan obat.

Jenis kram yang keempat adalah kram yang menyakitkan, dan tidak hilang walaupun sudah mengkonsumsi obat. Kondisi ini bisa jadi tanda bahwa Anda mungkin memiliki endometriosis, yaitu suatu kondisi yang menyebabkan jaringan rahim bermigrasi ke organ lain seperti ovarium dan tuba falopi. Seiring waktu, jaringan pelarian itu akan berkembang menjadi kista jinak. 10% dari wanita memiliki endometriosis dan sebagian besar dari mereka tidak menyadarinya karena menganggap kram yang dialami normal.

5. Kram perut setelah pasang alat KB.

Anda juga kemungkinan dapat mengalami kram setelah sebuah alat tembaga IUD atau KB dipasang ke dalam rahim. Dalam 3 bulan pertama, beberapa rasa kram bisa dianggap normal karena tubuh tengah menyesuaikan. Namun, jika hal ini terus-menerus atau setelah tidak ada masalah selama memakai IUD, sebaiknya periksakan ke dokter untuk mengetahui letak atau posisinya. Kemungkinan besar ada sesuatu yang serius.

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *